Pameran Seni Multi-Disiplin Gulung Tukar Kembali Digelar

Gulung Tukar, sebuah kolektif seni dan budaya yang berbasis di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur kembali menggelar pameran seni multi-disiplin, dalam rangka merespons agenda Biennale Jatim IX dengan tema Menimbang Solidaritas, Merayakan Kolektivitas.

Gulung Tukar merespons agenda ini dengan menginisiasi empat platform sebagai rangkaian program Biennale Jatim IX serta untuk menandai dua tahun perjalanannya. Empat platform tersebut di antaranya adalah pameran arsip dan karya, penayangan film, kolaborasi performans, dan instalasi ruang publik. Program tersebut dilaksanakan selama 20 November -12 Desember 2021.

Gulung Tukar menggandeng komunitas sineas muda Tulungagung (Sinemoto) dan situs web berbasis masyarakat & budaya (Pendulum) dalam menggelar agenda pemutaran film bertajuk Proyek Kelana: Sudut Pertama, Pancar Pencoba.

Proyek Kelana: Sudut Pertama, Pancar Pencoba berlangsung pada 20 – 27 November 2021 di Desa Tanggunggunung, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung. Proyek ini dimulai dengan melakukan mini residensi dengan 2 metode berurutan: kunjungan mingguan melakukan identifikasi dan pengenalan di Desa Tanggunggunung, kemudian tinggal penuh selama 2 hari menjelang agenda puncak sekaligus penutup yaitu pemutaran beberapa film pendek yang relatable dengan warga desa setempat pada tanggal 27 November 2021 bertempat di Balai Desa Tanggunggunung. Dan beberapa film tersebut adalah:

  • Anak Lanang | Wahyu Agung | 14 Menit | Fiksi
  • Murup | Anggi Diamenta | 9 Menit | Fiksi
  • Neng Kene Aku Ngenteni Koe | Jeihan Angga | 22 Menit | Fiksi
  • Sound of Preeett | Rangga Kusmalendra | 8 Menit | Fiksi
  • Living in ROB | Fuad Hilmi | 25 Menit | Dokumenter

Dalam siaran pers Sinemoto menjelaskan bahwa pada tahun 2021 ini, pemutaran film dicoba untuk diaktivasi kembali setelah mati suri karena pandemi oleh lebih banyak kolektif di Tulungagung yang berkolaborasi. Berkelana desa ke desa melanjutkan pergerakan “memasyarakatkan film” dari satu titik ke titik lainnya agar layar di Tulungagung terus hidup dan memancar.

Lebih lanjut, Sinemoto berharap bahwa layar Tulungagung tidak boleh mati. Meski sempat mati suri, tapi dalam perkembangannya jadi berwarna warni. Karena layar dan film di Tulungagung, kini tidak lagi hanya sebatas milik komunitas/pegiat/kreator/kelompok yang mengimani “film”. Layar dan film di Tulungagung terus memancar dan tergelar, masuk barisan opsi agenda yang dianggap menarik, freshly, friendly di beberapa komunitas/perkumpulan di luar bidang film sekalipun. Pun, tak sedikit juga yang tertarik dan tergelitik untuk memproduksinya.


Kontak & Media Sosial

WhatsApp: 081917667746 (Agustin DM)
Facebook: Gulung Tukar
Instagram: GULUNG TUKAR
Twitter: Gulung Tukar
Website: Gulung Tukar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.