Biennale Jatim IX: Padhang Rembugan akan Segera Diselenggarakan

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2005, pagelaran seni 2 tahunan Biennale Jatim telah memasuki angka ke-9. Pada tahun ini Biennale Jatim IX (BJIX) akan mengusung tema Padhang Rembugan: Menimbang Solidaritas, Merayakan Kolektivitas. Biennale Jatim telah menjadi barometer aktivitas dan tingkat kreativitas seniman serta apresiasi publik terhadap seni dan budaya di Jawa Timur. Sedari tahun 2019, notabene pada pelaksanaannya yang ke-8, Biennale Jatim bereksperimentasi dengan melakukan kerja-kerja inklusif yang memungkinkan semua seniman yang mempunyai inisiasi untuk dapat terlibat dalam pagelaran Biennale Jatim.

Maka dari itu, Biennale telah didesentralisasi di mana dalam penyelenggaraannya tidak hanya terpusat di satu kota namun menyebar ke berbagai wilayah di Jawa Timur. Dalam perhelatan Biennale Jatim IX, pola desentralisasi kolaborasi masih menjadi acuan dalam pelaksanaannya di mana pola ini selalu digalang melalui berbagai pihak baik seniman, pemerintah maupun ekosistem pekerja kreatif lainnya.

Pada tahun ini Biennale Jatim juga menghadirkan Dewan Syuro Kurator untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan Biennale Jatim di setiap wilayah yang terlibat. Di mana dewan ini berfungsi sebagai perantara antara BJIX dan para praktisi seni yang terlibat, serta sebagai teman ngobrol untuk proses artistik dalam pelaksanaan program utama BJIX yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur.

Tantangan yang dihadapi dalam proses perhelatan Biennale Jatim IX adalah bagaimana seluruh dunia hari ini masih berusaha pulih akibat hantaman dari pandemi COVID-19. Dapat disaksikan bahwa di masa-masa penuh ketidakpastian ini solidaritas dan kolektivitas menjadi nilai yang semakin penting untuk dihidupkan. Masyarakat hanya mampu melewati badai pandemi ini secara bersama-sama sebagai sebuah kesatuan dengan berbagi ruang hidup bersama. Di masa pandemi ini, masyarakat juga menjadi semakin sadar bahwa setiap manusia saling terhubung dengan manusia lainnya dalam sebuah jejaring sosial tak kasat mata. Sehubungan dengan hal itu, maka tema Padhang Rembugan: Menimbang Solidaritas, Merayakan Kolektivitas yang mereka pilih ini diharapkan akan menjadi sebuah ruang sirkulasi dengan tujuan mencerahkan agar semua pihak bisa mendapat manfaat untuk semakin menguatkan kerja-kerja kolektivitas dan solidaritas.

Pada bulan ini, tim BJIX telah usai menggelar sosialisasi keliling di 38 kota/kabupaten se-Jawa Timur. Sosialisasi tersebut dilakukan dalam dua tahap, pertama berlangsung di 18 kota/kabupaten pada Maret-Mei 2021. Sosialisasi dilakukan dalam rangka memperkenalkan tentang Biennale Jatim yang ke-9, serta beberapa rancangan progam pre-event yang akan dikerjakan BJIX. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi kedua yang berlangsung di 20 kota/kabupaten pada September-Oktober 2021. Sosialisasi tahap kedua untuk melaporkan seluruh program tahap awal dan pre-event, serta mengabarkan program main-event BJIX.

“Sebelumnya kami sudah melakukan sosialisasi untuk pre-event di 18 kota dan kabupaten se-Jatim, untuk mengabarkan kehadiran BJIX dan program kelas Panca Rembug. Dilanjutkan sosialisasi ke 20 kota kabupaten sisanya, untuk mengabarkan program main-event BJIX, dan mengajak seniman terlibat dalam program tersebut”, jelas Syska La Veggie, Direktur Program BJIX.

Sosialisasi BJIX ke-27 di Kabupaten Sidoarjo.

BJIX mengajak perupa, seniman dan seluruh masyarakat Jawa Timur untuk mengikuti “Open Call Main-Event BJIX: Padhang Rembugan” yang dibuka pada 13 September-13 Oktober 2021. Sesuai dengan tema BJIX, kata kunci dalam open call ini adalah “Solidaritas dan Kolektivitas”. Program kegiatan yang diajukan diharapkan dapat merepresentasikan konteks solidaritas dan kolektivitas dalam berbagai skala dan posisi keterlibatan baik dalam isu lokal maupun global, dalam merespons situasi yang tidak menentu akibat pandemi COVID-19 ini.

Segala bentuk program kegiatan seni dapat diajukan tanpa batasan karya, seperti; pameran tunggal, pameran kelompok, performance art, workshop, diskusi, riset, penayangan film, mural, dan kegiatan eksperimental lainnya. Kerja-kerja kolaborasi lintas disiplin, medium, usia, dan gender sangat didukung dalam penyelenggaraan BJIX. Seluruh program yang diajukan akan dikomunikasikan dan didampingi oleh 9 Dewan Syuro Kurator sebagai penasihat program, yang terbagi di 9 wilayah di Jatim yang telah ditentukan.

Dengan total dana subsidi sejumlah Rp138.000.000,00, BJIX siap mendukung seluruh kegiatan seni agar dapat membentuk ekosistem seni budaya yang lebih inklusif dan setara. Seluruh pengajuan program kegiatan yang terpilih akan diikutsertakan dan dilaksanakan pada program main-event BJIX: Padhang Rembugan yang akan digelar pada tanggal 19 November-19 Desember 2021.

“Kami akan melihat dulu seluruh pengajuan program yang masuk. Kemudian akan dibicarakan bersama dengan tim BJIX, dewan Syuro Kurator, dan pendaftar program. Sehingga nantinya baru akan diketahui pembagian subsidi yang akan dialokasikan kepada masing-masing program”, terang Dwiki Nugroho Mukti, Direktur Utama BJIX.


Kontak & Media Sosial

Satu respons untuk “Biennale Jatim IX: Padhang Rembugan akan Segera Diselenggarakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.