Oasis

8 Hal Dasar ketika Membuat Electronic Press Kit dalam Musik

Jauh sebelum memasuki era digital, kita mengenal dengan istilah press kit (dalam musik). Sebuah alat bantu tradisional bagi band-band maupun musisi tunggal dalam mengenalkan pengkaryaannya ke ranah publik, yang biasanya dikirimkan ke radio-radio atau media konvensional lainnya. Press kit menjadi begitu penting bagi para musisi yang masih awal menapaki langkah karirnya, karena dari situ semua berawal bagaimana platforms konvensional kala itu membuat pertimbangan yang kemudian membuat penentuan layak tidaknya seorang musisi/band akan dipromosikan (terlepas dari jenis musik yang dimainkan dan pasar yang disasar).

Memasuki era digital, tradisi press kit perlahan ditinggalkan (atau malah tidak tahu sama sekali?). Hari ini kita jauh lebih akrab dengan istilah electronic press kit, di mana dalam pembuatannya tak memerlukan upaya lebih keras dibanding era press kit yang harus mencetak materi lagu melalui kaset/CD sebagai ajang promosi.

Di tengah kemudahan-kemudahan tersebut, saya akan membagikan hal-hal dasar apa saja yang harus dipersiapkan tatkala membuat electronic press kit, terlebih bagi teman-teman musisi yang masih awal dalam menapaki industri ini.


1. Biografi

Hal pertama dalam membuat electronic press kit adalah menuliskan biografi. Hal mendasar ini memang terkesan sepele, namun bagi yang tak pernah bersinggungan dengan aktivitas menulis akan cukup kesulitan pada tahap paling awal ini. Apabila dipaksakan hasilnya 99% dapat disimpulkan, niat untuk menuliskan biografi yang terstruktur malah terkesan acak-acakan. Maka sudah saatnya untuk minta bantuan seorang teman yang cukup sering melakukan aktivitas tulis-menulis, guna merangkum awal perjalanan aktivitas bermusikmu sampai dengan sekarang. Jangan lupa untuk menambahkan pengalaman panggung yang cukup bergengsi untuk memudahkan dalam meraih posisi tawar di antara musisi lainnya.

2. Foto

Tahap kedua adalah menyematkan foto personil dengan resolusi tinggi dan gambar album/single yang mudah diunduh, hal ini dapat berfungsi untuk memudahkan media-media online saat menuliskan musikmu. Beda soal kalau kalian adalah unit black metal seperti Belzebubs yang mengonsepkan anonimitas sebagai personal branding, tentu foto personil tak akan menjadi pertimbangan yang begitu penting. Pula, jangan lupa untuk menyematkan logo kalian dengan format PNG.

3. Siaran Pers

Saat ingin membuat siaran pers, rencanakan dulu dengan matang. Pastikan informasi-informasi yang ingin ditampilkan tidak mengalami salah tulis, sebab sekali kita salah menuliskannya akan berdampak pada masa depan lagu/album yang sedang disiarkan. Fokus pada lagu/album yang baru kita rilis saja dan jelaskan secara spesifik musik apa yang sedang dimainkan, pula jangan menyebar siaran pers lebih dari sebulan semenjak kita merilis lagu tersebut. Karena akan terlihat sangat usang, beda urusan kalau memang formatnya album (sebab bisa diresensi, dan resensi tak akan termakan waktu).

4. Musik

Tahap ini adalah yang terpenting, karena tujuan awal kita dalam membuat electronic press kit adalah untuk mengenalkan/mempromosikan lagu yang sudah kita buat dengan susah payah agar lebih dikenal lagi ke ranah publik. Untuk format musik yang ingin dipromosikan sebenarnya situasional, ada beberapa yang menyertakan tautan unduhnya, ada juga yang hanya menyertakan tautan dari layanan-layanan musik alir seperti Apple Music maupun Spotify. Intinya harus aksesibel, supaya memudahkan bagi para pengulas musik ketika membicarakan/mempromosikan musik kita.

5. Video

Seperti yang kamu tahu, era digital membuat siapapun jauh lebih menyukai format video ketimbang format audio saja. Apabila kalian bukan musisi yang memiliki budget besar untuk membuat video klip yang proper, bisa dimulai dengan mendokumentasikan aksi-aksi panggung kalian di berbagai kesempatan. Toh, dari berbagai footage tersebut juga bisa dijadikan video klip, asal ada niatan untuk mengonsepnya dari awal.

6. Testimoni

Poin kelima ini lebih berlaku pada musisi yang sudah cukup lama tercebur di industri musik, notabene sudah memiliki posisi tawar yang cukup stabil di ranah sosial. Sebuah pengakuan positif yang tertulis di berbagai media kredibel terkait musik yang dimainkan (artikel/resensi), hal ini juga dapat berfungsi sebagai pertimbangan ketika festival-festival musik besar akan memanggilmu.

7. Kontak

Apabila kalian belum memiliki seorang manajer untuk menangani aktivitas musik kalian, sematkan saja salah satu kontak dari personil bandmu yang tingkat intensitasnya di dunia nyata tak terlalu banyak. Pula, buatlah alamat email khusus yang merepresentasikan aktivitas bermusikmu.

8. Media Sosial

Hal terakhir adalah menyematkan semua info akun media sosialmu (band/solois), dan jangan lupa untuk selalu aktif di akun-akun tersebut. Karena tingkat intensitas di media sosial dapat menjalin keterikatan antara musisi yang bersangkutan dengan para penggemarnya, apabila pasif tentu risikonya adalah ditinggal oleh para penggemarmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: