https://www.canva.com/media/MADyQ_qnLeY

Mengunjungi Noise Rap di Bandcamp Daily

Berawal dari meledaknya era mesin drum elektronik 808 dan Oberheim DMX dari Larry Smith dan awal-awal Rick Rubin merilis lagu-lagu Marley Marl yang terinspirasi dari eksperimen musik dub dengan tape delay melalui Def Jam itu, hip-hop selalu memasukkan unsur noise ke dalam karakter sounds mereka.

Pada saat Public Enemy merilis album yang membukakan keran atas karya-karya mereka selanjutnya, It Takes A Nation Of Millions To Hold Us Back, elemen-elemen noise—seperti sirene, radio statis, distorsi—telah menjadi permainan yang adil bagi produser rap paling inventive saat itu.

Pada pertengahan 90-an, grup ansambel hip-hop asal Newark, Dälek (didirikan oleh Will “MC Dälek” Brooks dan Alap “Oktopus” Momin) mengambil pelajaran penting dari Def Jam dan Public Enemy, yang kemudian dibalut dengan inspirasi dari beberapa outlier noise rock, seperti The Velvet Underground dan My Bloody Valentine, untuk menciptakan suara yang merupakan perkawinan antara heavy beats dengan elemen noise yang potensial.

Momin menjelaskan bahwa ketika Dälek pertama kali muncul, suara abrasive yang mereka produksi terlalu kasar bagi beberapa pendengar. “Lima hingga tujuh tahun pertama saat melakukan tour, orang benar-benar membenci kita!” Katanya. “Kami hanya membersihkan kamar setiap malam. Begitu beat pertama akan dimainkan setengah dari crowd akan berlari untuk keluar. Itu memang mulai berengsek setelah beberapa saat, tetapi saya akui bahwa pada awalnya agak menyenangkan dibenci hanya karena kami tahu kami memiliki sesuatu yang tidak dilakukan oleh siapa pun.”

Dalam beberapa tahun terakhir, khalayak menjadi lebih mudah menerima perpaduan hip-hop dan noise. Bukan hal yang aneh jika generasi baru dalam rap bereksperimen dengan distorsi bass, dan tekstur elektronik lainnya. Para perintis noise-rap telah membukakan jalan bagi para pemain baru dalam genre ini, agar semakin dekat dan lebih dekat lagi dengan penerimaan massa.

Para veteran seperti Dälek terus melakukan tour dan membuat musik baru yang menantang dan sejumlah pendatang baru seperti Death Grips, clipping., Moodie Black dan lainnya telah mendapatkan ketenaran dari hasil menambahkan beats mereka dengan elemen-elemen kasar dan tekstur noise.

Berikut adalah daftar rilis pertama yang merupakan terobosan dalam membantu kodifikasi noise-rap sebagai sub-genre.


Single The Beatnigs yang keluar pada tahun 1989 “Television” merupakan rilis penting dan cikal bakal dari apa yang akan menjadi noise-rap. Ditandatangani oleh label milik legenda punk Jello Biafra, Alternative Tentacles, sebuah label yang berbasis di San Fransisco yang menggabungkan musik heavy, industrial beats dengan samples dan rap politik juga puisi.

Lagu ini juga terkenal berkat remixed yang dilakukan oleh pionir musisi dub asal London, Adrian Sherwood, “Television” versi beliau mixed hip-hop dengan sounds yang berbeda sembari melawan rasa apatis dan konsumerisme. Vokalis The Beatnigs, Michael Franti, juga dalang dibalik grup rap progresif seperti The Disposable Heroes Of Hiphoprisy dan Spearhead.

Untuk album kedua mereka, From The Filthy Tongue Of Gods And Griots, pionir noise-rap Dälek mengeksplorasi pengulangan sounds yang lebih berat dari konstruksi hip-hop berisik yang membentuk mereka di awal-awal. Album ini sangat kasar, nada pada breakbeats mengingatkan pada lagu proto-noise klasik rock The Velvet Underground, “Sister Ray”.

Vokalis utama, Brooks, menggunakan suara bariton yang dalam dan kegemarannya akan citraan dramatis untuk menciptakan lagu-lagu yang berapi-api yang bergulat dengan faith dan modernity. Pada “…From Mole Hills”, Brooks tersentak pada kontradiksi budaya dan perdagangan: “Remember back when Uzi’s weighed a ton? Now every kid’s got one“.

Rapper veteran Carl Kavorkian, sang pembuat beats menyimpang dari khazanah hip-hop pada umumnya digabungkan dengan syair yang penuh gairah merupakan jembatan yang sempurna antara noise-rap masa lalu dan masa depan. Pada albumnya yang keluar pada tahun 2004 Tainted Razorblades, Kavorkian menggabungkan distorsi berat dengan lirik tentang kematian, kekerasan, politik, dan spiritualitas. Lagu-lagu seperti “Burning Bush” dan “Diesel Fuel” adalah lagu pujian yang penuh dengan api dan racun murni.

Direkam beberapa tahun sebelum kematiannya pada tahun 2010, Cosmic Flush merupakan album terakhir dari pionir rapper dan seniman visual Rammellzee. Proses pembuatan bekerja sama dengan produser Jonah “Th’ Mole” Mociun, Rammellzee merekam vokal pada player kaset mini genggam dan mengirimkannya ke Mociun untuk dijadikan lagu.

Bekerja bersama, Rammellzee dan Mociun menciptakan ledakan suara yang glitchy dan vokal penuh distorsi untuk menciptakan noise digital yang berputar-putar. Lagu-lagu yang menonjol seperti “Crayzay” dan “Brainstorm” menunjukkan kreativitas yang membuat Rammellzee berada di barisan depan dari eksperimen hip-hop selama beberapa dekade.

Sebelumnya merupakan anggota dari legenda trio asal Kota New York, Company Flow (bersama EL-P dari Run The Jewels dan DJ Mr. Len), output dari solo rapper dan produser Bigg Jus telah membawa irama api yang cepat dan berat dari grup sebelumnya, chaotic beats menjadi langkah logis berikutnya.

Di album Machines That Make Civilization Fun, Jus meletakkan ladang sajak yang rumit dan keras, beats eksplosif. Album ini beralih dari ritme suram pasca-apokaliptik “Black Roses”, ke eksperimen suara seperti “Game Predator”, sebuah lagu yang mengingatkan kita pada versi yang lebih kasar, dan lebih berat dari lagu Suicide “Dream Baby Dream”.

Pada tahun 1992, rapper yang berbasis di Los Angeles, Divine Styler, merilis Spiral Walls Containing Autumns Of Light, sebuah perjalanan yang tersandung melalui surga, neraka, dan introspeksi. Album ini penuh dengan nyanyian meditasi, burst of heavy, industrial-noise, and artistic left turns with sweetly melodic guitars like “In A World Of You” yang menggambarkan rock alternatif yang menguasai radio awal tahun 90-an.

Album ini tetap menjadi magnum opus Divine Styler dan batu ujian bagi banyak hip-hop alternatif yang akan datang di kemudian hari.


Nb: Artikel ini merupakan terjemahan dari Bandcamp Daily.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.