Pada bulan Juli 2018, di Pietermaritzburg, Afrika Selatan, hampir 8.000 mil jauhnya dari rumah Alma Horton di Philly, DJ Afrika Selatan The General De Kok men-upload video ke Facebook. Video itu berisi seorang house music enthusiast Nhlaka Mncwabe yang menari dan menyanyikan “Let It Fall” dengan sepenuh hatinya, sebuah lagu dari Rainmakers yang menampilkan Horton—alias Lady Alma—pada vokal. “Let It Fall” merupakan lagu sedih, namun menyimpan rasa optimis yang mewujudkan cita-cita inti dari musik soul itu sendiri dan menemukan kekuatan melalui perjuangan. Klip video segera mencapai status viral. “Aku bahkan tidak bisa mempercayainya. I was overwhelmed, bersemangat, tersentuh. Semua ini tidak direncanakan. [Seperti yang mereka katakan] ‘Ini yang kami rasakan tentang musik Anda, ini adalah bagaimana musik Anda menyentuh kami,'” kata Horton.

Horton, vokalis dance music yang pernah dicari-cari, telah menjauh dari industri musik selama hampir satu dekade. Pada tahun 2008, beberapa tahun dalam karir Horton yang mengesankan, ibunya jatuh sakit. “Sayangnya, itu karena ibuku sakit sehingga aku harus membuat keputusan tentang apakah aku akan tetap dalam karir ku, atau apakah aku akan mengesampingkan itu sejenak dan melakukan apa yang seharusnya aku lakukan dan merawatnya. Merawatnya adalah satu-satunya dorongan saya,” kata Horton. Dia akhirnya memilih untuk meniti karier sebagai Lady Alma sebagai back-burner untuk menjadi pengasuh purna waktu bagi ibunya.

Karier itu telah mulai berjalan pada Oktober 2001, ketika perintis musik elektronik 4Hero merilis album keempat mereka, Creating Patterns. Sebuah perpaduan yang ambisius dari beat modern dan orchestra-soul, album ini diisi oleh lead-single “Hold It Down.” A funky and playful undressing of the haters and knuckleheads of the world, lagu tersebut merupakan sebuah anthem yang mendunia bagi seluruh lantai dansa pada waktu itu. Diiringi oleh penampilan vokal yang dinamis, “Hold It Down”, bagi banyak orang, merupakan pengantar untuk suara besar dan indah Horton.

Pada tahun-tahun berikutnya, Horton akan menjadi vokalis untuk musik elektronik yang penuh perasaan dan berpikiran maju. Dia menyanyikan lagu-lagu dari King Britt, Osunlade, Rob Paine, dan banyak lagi, menjadikan dirinya sebagai yang terbaru dalam barisan panjang vokalis musik dansa wanita yang berapi-api. Horton, yang penampilan vokal-nya meluncur di antara harmoni berbagai trek yang keren dan menenangkan serta memiliki karakter kuat yang mengarah ke masa mudanya bernyanyi di gereja, akan menampilkan bakat vokal-nya yang luar biasa di trek seperti Peter & Tyrone’s “Gimme That Music,” “Show Me The Way,” dan “Happiness,” sebuah kolaborasi dengan proyek King Britt’s Sylk 130. Remix Soul Dhamma yang memukau dari “Happiness” telah menjadi lantai dansa klasik untuk para pecinta house music, soul, dan broken beat di seluruh dunia.

Sambil mengambil waktu untuk merawat ibunya, Horton sesekali akan kembali ke panggung dan stan vokal, muncul kembali di trek di sana-sini. Lagu-lagu seperti “Free Your Mind” milik ZO! Atau lagu yang bersemangat seperti “It’s House Music” menyimpan nama dan suara Horton di hati dan pikiran para penggemarnya. Dia selalu mempertahankan suaranya yang sangat spiritual dan optimis, mampu mengubah kelab apa pun menjadi gereja dan setiap lantai dansa menjadi utopia yang menggembirakan.

Sedihnya, ibu tercinta Horton meninggal dunia pada bulan April 2017. Bertekad untuk kembali ke musik dan mengambil tempat yang ditinggalkannya, Horton merasa seolah-olah periode hiatus selama sepuluh tahun itu penting bukan hanya karena memungkinkannya ada ruang untuk mengurus ibunya, namun juga untuk mempersiapkan bab selanjutnya dalam hidupnya. Ketika video The General De Kok tentang Mncwabe menari untuk “Let It Fall” menjadi viral, itu hanyalah percikan tak disengaja yang diperlukan Horton untuk menyalakan fase kedua dalam karir-nya.

Permintaan akan bakat Horton telah membengkak dalam satu setengah tahun terakhir. Dia telah melakukan set langsung menjelang rilis proyek debut album penuhnya, Twilight. Bekerja dengan kolaborator lama, komposer dan produser yang berbasis di Los Angeles Mark de Clive-Lowe, Horton memperlakukan para pendengarnya dengan penumpukan materi lagu yang kaya dan penuh perasaan. Dari lagu dengan beat yang terus merebak, “Keep It Moving” hingga bassline yang lincah dan gesit dan chords piano elektrik yang lembut dari judul lagu, Twilight memberi para penggemar sebuah ide-ide yang condong ke masa depan sambil memperkenalkan kembali ke dunia suara klasik Lady Alma.

Horton mengekspresikan kegembiraan yang jelas ketika berbicara tentang kembalinya dia ke musik. Dia hadir dengan seperangkat lagu baru yang segar dan iman yang dalam kepada Tuhan yang telah memberinya kekuatan. “Saya sangat bersemangat untuk memberikan karya ini kepada orang-orang. Jangan pernah biarkan orang lain memberi tahu Anda bahwa semuanya tidak berjalan lancar. Ini bukan tentang waktu kita, ini adalah waktu yang dimiliki Sang Pencipta,” katanya.

NB: Artikel ini merupakan hasil terjemahan dari Bandcamp Daily