Bersama Bersuara #1

Cover album kompilasi Bersama Bersuara Vol. 1

Kalian tentu masih ingat dengan gemuruh pemberitaan tentang Rancangan Undang-Undang Permusikan, yang sempat menghiasi dinding-dinding media sosial favorit kalian sekitar 1 bulan lalu. Kalian juga pasti ingat dengan para “pembangkang” yang tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUUP tersebut kan?

13 Maret lalu, mereka merilis album kompilasi dengan tajuk Bersama Bersuara Vol.1. Dalam rangka mendesak Dewan Perwakilan Rakyat untuk membatalkan RUU tersebut, tak tanggung-tanggung ada 100 partisipan musisi dalam kompilasi ini. Dari ujung barat hingga pojok timur nusantara, dengan klasifikasi warna musik yang beragam.

Untuk mendengarkan album kompilasi ini secara khidmat, kalian harus rela menyisihkan waktu luang sekitar 6 jam. Dan ada beberapa nomor menarik yang menyita perhatian saya, diantaranya ialah:

Diambil dari debut EP Bona Fortuna, yang keluar sekitar akhir 2018 lalu. LAS! menawarkan komposisi musik pop minimalis, yang dicampur dengan formula-formula musik khas Kalimantan—kalian boleh menyebutnya folk. Dan mereka sedang menjelaskan bahwa bentuk perjuangan tak melulu harus memikul senjata, ada kalanya wujud perjuangan adalah manifestasi dari kertas & pena.


Duo pop Rivhal dan Virza yang tergabung dalam Suar & Temaram, juga menaruh salah satu lagunya yang diambil dari album debut Mata Masa Mesta (2017). Cukup percaya diri memainkan musik seperti apa yang pernah dilakukan pionir mereka, Efek Rumah Kaca. Dan lagu Tebal Telinga ini sangat cocok dijadikan mars pencoblosan 17 April mendatang, kemudian dinyanyikan keras-keras di depan para legislator.


Mendengarkan HaruBisu mengingatkan saya dengan band asal Sukabumi yang dulu pernah populer pada kisaran 2007, Vagetoz. Berkat karakter vokal dan musik, yang nyaris mirip. Pusaka merupakan semangat positivism untuk mencintai negeri ini, bela terus sampai mati kalau perlu. Lebih mirip komando militer memang, tapi sudahlah toh musik yang mereka mainkan memang bagus.


Meski telah dibentuk sejak tahun 2001, kalian akan cukup kesulitan melacak rekam jejak album band asal Sumatra Barat ini. Mungkin mereka memang belum mengeluarkan satu pun album, dan mereka tak pernah serius membagikan informasi seputar aktivitas band di ranah internet. Mengadopsi jenis musik yang sering kalian temui dalam berbagai acara festival band, sebenarnya Ardana cukup menarik untuk kita simak kelanjutannya. Namun entah alasan apa yang menaungi tubuh band ini, sehingga cukup sulit untuk ditemukan gaungnya.


Trek Hegemoni Kapitalis ini notabene merupakan salah satu lagu, dalam materi promo perdana mereka yang rilis awal bulan Maret lalu. Memilih jenis musik metalcore gelap ala Burgerkill/Parau, dengan sedikit sentuhan death metal modern. Cukuplah bagi kalian untuk berpikir sejenak dan mengantisipasi, apabila suatu saat nanti mereka benar-benar serius mengeluarkan album penuh.


Membicarakan Filsafatian secara otomatis kita akan tercebur dalam siklus pola pikir “pemberontakan” ala-ala band punk, yang tersebar di belahan bumi mana pun. Yang membicarakan ketidakadilan, protes sosial, dan berbagai isu bobrok-nya seputar pemerintahan. Punk Rock Show merupakan single yang mereka rilis awal November 2017 lalu, dengan sentuhan musik reggae dibalut aransemen ska. Cukup membuat jari kaki kalian untuk bergerak secara spontan, mengikuti irama musik yang sedang mereka mainkan.


Sebenarnya masih banyak lagi, lagu-lagu dalam album kompilasi ini yang menarik untuk dibicarakan. Namun saya tak ingin merendahkan selera para pembaca, dan sebaiknya kalian pilih saja sendiri. Dengan pertimbangan pengalaman mendengarkan sebuah jenis musik, yang sesuai dengan kontur telinga kalian tentunya.

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.