“Ruang” Tashoora

Kotak Pandora “Ruang” Tashoora

Daftar Lagu;

  1. Tatap (Live)
  2. Nista (Live)
  3. Sabda (Live)
  4. Terang (Live)
  5. Ruang (Live)

Deskripsi;

  • Album: Ruang (Live) EP
  • Band: Tashoora
  • Format: Digital
  • Label: Degup Detak Records
  • Lokasi: Yogyakarta, Jawa Tengah, Indonesia
  • Rilis: 14 Desember 2018

Personil;

  • Danang Joedodarmo – gitar, vokal
  • Danu Wardhana – violin, vokal
  • Dita Permatas – akordeon, keyboard, vokal
  • Gusti Arirang – bas, vokal
  • Mahesa Santoso – drum
  • Sasi Kirono – gitar, vokal

Manusia adalah boneka dengan tali yang terjulur ke angkasa

Tatap

Kapan terakhir kali kalian mendengarkan album yang isinya melebihi expectation ketika mendengarkan album itu sendiri? Sederhananya, mengalami euphoria yang sebenarnya tidak perlu.

Sembari menunggu kalian mengingat, saya perkenalkan dahulu debut EP dari sekstet asal Yogyakarta “Tashoora”. Pertama kali mengenal mereka, beberapa minggu setelah pelepasan debut EP mereka “Ruang”. Direkam secara live di Padepokan Bagong Kussudiardja, mengingatkan saya dengan album Live at Societet Militair milik Stars and Rabbit. Dengan kapasitas sounds yang tidak mengecewakan telinga.

Sekaligus ini menjadi pengalaman pertama saya mendengarkan gabungan instrumen dan choir massal bisa menghasilkan suara yang begitu dinamis. Pembagian porsi dari masing-masing personil begitu diperhatikan, namun sayang media-media besar gagal menangkap geliat mereka. Tashoora seolah tenggelam dengan pionir awal mereka, Barasuara.

Sumber: Medcom.id

Sama seperti Barasuara, Tashoora juga menawarkan lirik multi-interpret yang sarat teka-teki namun cukup mudah dipahami. Bagaimana, kalian sudah mengingat terakhir kali mendengarkan album bagus yang melebihi harapan dari mendengarkan album itu sendiri? Kalau masih belum, mari kita bedah saja debut EP dari Tashoora ini. Karena bagi saya, Ruang adalah harapan itu sendiri.

‘Tatap’, dibuka dengan gebukan drum Mahesa yang kemudian disambut vokal massal kelima personil selama kisaran satu menit. Saya agak kesulitan mendeskripsikan warna musik apa yang sedang ditawarkan Tashoora, satu sisi mereka menjadi pop melankolis yang santai dan sisi lainnya mereka isi dengan rock yang tak begitu santai. Berbicara lirik, alih-alih menggurui pendengarnya tentang konsep Ketuhanan yang transcendental. Tashoora malah mengajak kita untuk berpikir, apakah kita sebagai manusia sudah memperlakukan manusia selayaknya manusia?

Buaian kekal jatuhkan akal menjadi bebal

Hampir 6 menit saya mengalami euphoria yang tak bisa dijelaskan dengan sederet kata. Kemudian lanjut trek kedua, ‘Nista’. Lagu personal yang berlatar-belakang tentang kisah penangkapan Zhōng Wànxué pada 2017, berkat surat Al-Maidah yang terkenal itu. Trek ini dibuka dengan gitar akustik milik Danang, yang kemudian disambut liris refleksi dari duka kisah tersebut. Tashoora secara estetis menjelaskan apapun sikap yang kita ambil dalam menghadapi sesuatu, selalu ada konsekuensi yang harus dibayarkan. Dalam hal ini, pertarungan politik mantan gubernur Jakarta tersebut.

Jika mati 'kan berujung pada siksa
'Kan kuketuk pintunya
Jika api yang menungguku di sana
'Kan kudekap nyalanya

Lanjut lagu ketiga, ‘Sabda’. Nuansa musiknya sudah agak berubah, gitar Danang sudah berubah menjadi gitar elektrik—dengan distorsi tipis. Ketukan tempo juga berubah, lebih up-beat. Secara keseluruhan, lagu ini skill-full secara teknis. Ditutup dengan melodi gitar yang cukup kompleks, dari Sasi Kirono.

Sumber: Twitter

Lagu terakhir ‘Terang’ dan ‘Ruang’ tak jauh beda dengan lagu-lagu sebelumnya, secara konteks lirik. Berbicara seputar konflik berlatar agama yang sampai kapan pun tak akan berakhir, dari mulai isu sosio-politik agama sampai isu gender dalam labirin agama.

Terlepas dari tema-tema musik yang mereka angkat, secara gamblang Tashoora telah memberi warna musik tersendiri—dari segi formasi dalam sebuah band. Bahwa grup paduan suara, bisa memainkan sebuah instrumen musik.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.