• Artis: Revenge The Fate
  • Album: Awakening (EP)
  • Rilis: 2018
  • Label: Backsight Inc.
  • Lokasi: Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Daftar Lagu

01. Katarsis04:34
02. Frail04:20
03. Continuous04:24
04. Enormity04:26
05. Paranoid04:18
22:01

Personil

Anggi AriadiVocals
Gery OtreGuitar
Mow HarahapGuitar
Sona PurnamaBass
Zacky AchyarDrums

Membutuhkan waktu 4 tahun bagi Revenge The Fate untuk menemukan jati dirinya dalam membuat komposisi lagu yang memiliki karakter. Berkaca dari debut album Redemption (2014), EP Awakening jauh dari apa yang pernah saya harapkan sebelumnya dari band ini. Kesan symphonic deathcore dari EP terbaru mereka ini jauh lebih kental, gelap dan penuh kesan tentunya. Membuat kalian tidak bosan karena dihidangkan kualitas sounds se-level dengan band-band dengan genre sejenis, seperti Lorna Shore, Signs of the Swarm, atau sekalian ambil saja Carnifex sebagai referensi yang paling veteran.

Sebenarnya progress band ini mulai terlihat ketika melepas single “Bencana” pada awal 2017 lalu. Bagaimana mereka melakukan rekonstruksi habis-habisan pada bagian yang sangat ditonjolkan dalam genre yang mereka usung, deathcore yang dikawinkan dengan unsur simfoni.

Meski ditinggal gitaris-nya (Cikhal) pada 13 Maret lalu, RTF tetap melaju dengan perasaan optimis. Alhasil seperti yang kalian ketahui bersama, mereka melepas single “Continuous” tepat pada 13 Mei kemarin. Lalu dengan masuknya dua gitaris baru Gery dan Mow membuat komposisi lagu-lagu band asal Bandung ini semakin mewah dan juga megah.

EP ini dibuka dengan trek berjudul “Katarsis”, sekitar 4 menit telinga kalian akan di-bombardir dengan sounds menggelegar, ketukan breakdown yang tercecer di hampir keseluruhan lagu. Suara melodi gitar yang ear-catchy, dan vokal Anggi yang tak usah diragukan lagi kualitasnya, sangat mantap ketika mengendarai alunan simfoni gelap ala band-band blackened/black metal ini. Belum lagi petikan gitar dengan nuansa kelam yang berfungsi sebagai punchline mendarat tepat sasaran.

“Frail” yang merupakan trek ke-2 ini di-konstruksi-kan kurang lebih sama dengan nafas baru RTF seperti yang saya bahas diatas. Menceritakan ke-gusar-an sang bassist tentang masyarakat dystopia, seperti maraknya hoax yang sekarang menjadi cara baru bagi sebagian individu maupun komunal untuk mengeruk keuntungan dalam ihwal materi, yang dalam bahasa Sona Purnama “Turn Humanity Into Endless Destruction.”

Membicarakan trek “Continuous” saya jadi teringat pada 10 Juli kemarin RTF melakukan “Continuous vocal cover contest” yang hadiah-nya berupa t-shirt, sepasang sepatu Saint Barkley, dan beberapa pick gitar. Dengan menyertakan hashtag ContinuousVocalCover di Instagram kalian akan temui para peserta dari yang amatir sampai yang sudah mahir mencoba keberuntungannya. Lucu memang apabila kalian temui yang amatir-an.

Kemudian untuk trek “Enormity”, tanpa bermaksud untuk hyperbolic perihal kualitas sounds yang mereka tawarkan, namun EP ini di mixing dan mastering oleh seorang drummer Vildhjarta, Buster Odeholm, yang notabene sudah menjadi langganan band-band rilis-an Nuclear Blast Records maupun Century Media Records. Sehingga akan sangat sulit apabila saya tak memuji kualitas sounds RTF.

EP ini ditutup dengan trek “Paranoid” yang bersuara kurang lebih sama dengan trek-trek sebelumnya, deathcore yang dikemas lebih dewasa dalam sejarah sub-genre ini melintasi permukaan scene metal Indonesia.