Awakening, EP Revenge The Fate Yang Ear-Catching

  • Artis: Revenge The Fate
  • Album: Awakening
  • Rilis: 2018
  • Label: Backsight Inc.
  • Lokasi: Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Daftar Lagu:

  1. Katarsis
  2. Frail
  3. Continuous
  4. Enormity
  5. Paranoid

Membutuhkan waktu 4 tahun bagi RTF untuk menemukan jati-dirinya dalam membuat komposisi lagu yang memiliki karakter. Berkaca dari debut album Redemption (2014), Awakening jauh dari apa yang pernah saya harapkan sebelumnya dari band ini. Kesan symphonic deathcore dari EP terbaru mereka ini jauh lebih kental, gelap dan penuh kesan tentunya. Membuat kalian tidak bosan, karena dihidangkan kualitas sounds se-level dengan band-band dengan genre sejenis, seperti Lorna Shore, Signs of the Swarm, atau sekalian ambil saja Carnifex sebagai referensi yang paling veteran.

Sebenarnya, progress band ini mulai terlihat ketika melepas single Bencana pada awal 2017 lalu. Bagaimana mereka melakukan rekonstruksi habis-habisan pada bagian yang sangat ditonjolkan dalam genre yang mereka usung, deathcore yang dikawinkan dengan unsur simfoni.

Meski ditinggal gitaris-nya (Cikhal) pada 13 Maret lalu, RTF tetap melaju dengan perasaan optimis. Alhasil, seperti yang kalian ketahui bersama, mereka melepas single Continuous tepat pada 13 Mei kemarin. Kemudian, dengan masuknya dua gitaris baru Gery dan Mow membuat komposisi lagu-lagu RTF semakin mewah dan juga megah.

EP ini dibuka dengan trek berjudul Katarsis, sekitar 4 menit telinga kalian akan di-bombardir dengan sounds menggelegar, ketukan breakdown yang tercecer di hampir keseluruhan lagu. Suara melodi gitar yang ear-catchy, dan vokal Anggi yang tak usah diragukan lagi kualitasnya, sangat mantap ketika mengendarai alunan simfoni gelap ala band-band blackened/black metal ini. Belum lagi petikan gitar dengan nuansa kelam yang berfungsi sebagai punchline mendarat tepat sasaran.

Frail, trek ke-2 mereka ini di-konstruksi-kan kurang lebih sama dengan nafas baru RTF seperti yang saya bahas diatas. Menceritakan ke-gusar-an sang bassist tentang masyarakat distopis, seperti maraknya hoax yang sekarang menjadi cara baru bagi sebagian individu maupun komunal untuk mengeruk keuntungan dalam ihwal materi. Yang dalam bahasa Sona PurnamaTurn Humanity Into Endless Destruction.”

Continuous. Saya masih ingat betul pada 10 Juli kemarin RTF melakukan “Continuous vocal cover contest” yang hadiah-nya berupa t-shirt, sepasang sepatu Saint Barkley, dan beberapa pick gitar. Dengan menyertakan hashtag ContinuousVocalCover, di Instagram kalian akan temui para peserta dari yang amatir sampai yang sudah mahir mencoba keberuntungannya. Lucu memang apabila kalian temui yang amatir-an.



Kemudian, Enormity. Tanpa bermaksud untuk hyperbolic perihal kualitas sounds yang ditawarkan RTF, namun itulah kenyataannya. Pasalnya EP ini di mixing dan mastering oleh seorang drummer Vildhjarta, Buster Odeholm, yang sudah menjadi langganan band-band Nuclear Blast maupun Century Media. Sehingga sangat relevan apabila saya tak habis-habisnya memuji kualitas sounds RTF, right?

EP ini ditutup dengan trek Paranoid. Yang bersuara kurang lebih sama dengan trek-trek sebelumnya. Deathcore yang dikemas lebih dewasa dalam sejarah sub-genre ini di permukaan scene metal Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.