Antologi Kedua Herry Sutresna

  • Penulis: Herry Sutresna
  • Judul: Flip Da Skrip; Kumpulan Catatan Rap Nerd Selama Satu Dekade
  • Rilis: 2018
  • Penerbit: Elevation Books

Saya tak pernah bermimpi maupun berharap banyak jikalau Morgue Vanguard bakal mengeluarkan buku antologi keduanya. Sejak pelepasan antologi pertamanya, Setelah Boombox Usai Menyalak (2016) blognya pun jarang aktif. Padahal hampir setiap minggu saya bolak-balik singgah di salah satu rumah digital-nya tersebut, namun sialnya penghuninya tak pernah ada. Setahun kemudian saya melewatkan beberapa album dari Grimloc Records.

Hip Hop, tak pernah benar-benar men-influence hidup saya. Kalaupun ada, paling cuma beberapa, dan itupun bisa dihitung dengan hitungan jari. Homicide misalnya. Kolektif Hip Hop yang pada saat awal mendengarkannya masih satu nafas dengan genre favorit saya, Metal. Boombox Monger (Remix) contohnya, grup Hip Hop mana yang mendaur ulang lagunya hanya dengan suara distorsi gitar pada era itu? Meski akhirnya saya tahu alasan mengapa mereka membuat remix tidak seperti biasa grup Hip Hop sewajarnya. Namun berkat itu semua saya mulai jatuh hati kepada mereka.

Flip Da Skrip, yang kalau kalian search di Google akan menampilkan band Funk asal New Jersey ini dicetak dalam paperback tebal 200-an halaman. Berkat ketebalan ukuran kertas-nya, buku ini menyerupai novel 500-an halaman.

Apa menariknya membaca buku yang melulu membicarakan tentang musik? Resensi lebih tepatnya. Tentu membosankan apabila si penulis tidak menceritakannya dengan teknik story-telling yang baik. Dan itulah keunggulan Ucok, dia bisa menelanjangi struktur lagu dalam Hip Hop dengan begitu lugu-nya, sekaligus menyajikannya dengan begitu eksotis—kalau bukan sompral.

Melalui tulisan-tulisan Ucok kita bisa belajar tentang kelahiran genre ini, era keemasan yang menaungi, sekaligus bagaimana korporasi musik hari ini melahirkan Hip Hop yang lebih generik. Menurut saya pribadi, tulisan yang baik adalah tulisan yang ditulis jujur secara perspektif. Lagi-lagi Ucok memenuhi kriteria saya dalam truth escalation, bagaimana ia menuhankan sesuatu (baca: album) secara subjektif, kadang dijahit dengan kekecewaan ketika band-band yang diagungkannya mengeluarkan album yang begitu buruk. Memberikan analisis penilaian tentang bagaimana album-album Hip Hop masa lampau yang kelak menjadi cetak-biru album Hip Hop masa kini juga menjadi salah satu alasan kenapa kalian para hiphopheads harus menjadikan buku ini koleksi.

Oh iya hampir lupa, yang menarik lagi dengan buku ini ialah; di dalamnya ada 8 potongan track-list mix tape yang diselipkan di beberapa halaman, jadi kalau kornea mata kalian sedang tidak beres, kalian bisa memutar-nya sejenak kemudian melanjutkan membaca. Untuk download link kalian bisa mulai dari sini. Untuk versi kaset kalian bisa membelinya di sini.

Agar tulisan ini terlihat hiphop-able, perkenankan saya menutupnya dengan salah satu lagu dari Bars of Death.



*PS: Herry Sutresna memiliki 2 moniker, Ucok & Morgue Vanguard.

3 comments

  1. Memang Ucok selalu berhasil membawa pembaca menuju dunianya. Dan saya masih setia mengunjungi gutterspit, membaca tulisan-tulisan lamanya, sambil sesekali menguji keberuntungan kalau saja ada tulisan baru.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.